dalam Psikologi

4 Akibat Terlalu Mengidolakan Seseorang

Akibat Terlalu Mengidolakan Seseorang – Kamu pasti punya idola kan? Entah itu dari kalangan musisi, aktor/aktris, pembalap, pemain sepak bola, penulis novel dan sebagainya. Sah-sah saja kok mengidolakan public figure, apalagi jika kamu banyak belajar hal positif dari idola kesayangan kalian. Pada usimu lumrah sekali jika mengagumi tokoh idola.

Bahkan menurut Erik Erikson, pakar Psikologi kelahiran Amerika Serikat, masuk dalam tahap perkembangan “Identitas VS Krisis Identitas”. Nah, pada tahap pencarian jati diri, tak sedikit Teeners yang dipengaruhi oleh tokoh Idola. Selain itu, dalam membentuk identitas, tentulah Teeners juga perlu dukungan dari orangtua dan orang sekitar.

Kali ini kita nggak akan membahas pentingnya idola di mata kalian ya!. Namun sebaliknya, kamu perlu tahu loh dampak negatif kalau kamu sudah berlebihan mengidolakan tokoh tertentu. Malah mungkin tanpa sadar Teeners sudah melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Lupa Waktu

“Bangun tidur ngecek hp, buka akun sosmed idola tersayang (FB, Twitter, Instagram, dll). Jari-jemarimu asyik ngescroll atas bawah, kepo maksimal sama status yang dibuat hari ini. Sudah ada update terbarukah?”

Kamu biasa melakukan rutinitas di atas? Hayooo ngaku! He…he…he. Belum lagi kalau kamu tak bosan-bosannya minta difolbek, di-RT, dll. Mungkin kamu spontan berkomentar, “Terus masalah?” Jawabannya nggak juga sih!


Itu belum seberapa, namun bagaimana bila tanpa sadar rutinitas sepele begini mengganggu aktivitas kalian.

Misalnya kamu besok ada ujian, baru belajar sebentar, eh nggak lama sudah pegang HP, ngecek timeline, baca-baca status idola, ujung-ujungnya asyik berbalas komen sama temen dan beragam kegiatan lainnya, tanpa sadar waktu kamu terbuang sekian menit bahkan jam untuk belajar bukan? Keasyikan dengan dunia maya bersama idola bisa membuatmu lupa makan, mandi, belajar, salat, dsb.

Parahnya lagi jika kamu pecinta berat serial drama Korea atau serial reality show Barat. Sudah bukan rahasia lagi kalau keseruan menonton serial tak mudah diputus begitu saja. Alasannya cuma satu: Nanggung! Ya kan? Ha…ha…ha.

Duh, lagi seru-seru nonton, tiba-tiba disuruh melakukan sesuatu sama Mama tercinta, mau itu mandi, makan, belajar, beli sesuatu atau apalah itu, kamu merasa gengges banget ya?

Well, jika aktivitas yang kamu lakukan terkait dengan idola sudah menyita banyak waktu keseharian, apalagi sampai lalai sama tanggung jawab, nah itu artinya kamu harus pintar-pintar lagi mengatur waktu (time management) ya!

2. Kuras Dompet dan Tabungan

“Beli tiket konser, beli koleksi CD/DVD, beli poster, beli aneka merchandise serba idola tercinta, dan beli-beli lainnya…”

Tanpa sadar isi dompet terkuras, tabungan ‘dijebol’ apalagi sampai bela-belain ngutang dulu! Duh, sampai segitunya ya!

Kita ambil suatu contoh, penyanyi idola kamu bakal konser di kotamu. Harga tiket termurahnya saja sudah di luar kemampuanmu, tapi dengan alasan: “Demiii nih, Demi! Kapan lagi?” maka kamu rela menguras tabungan bahkan berhutang untuk melihat aksi idola tersebut, wajarkah?

Coba pikir ulang sebelum gegabah memutuskannya! Bukan ‘diharamkan’ kok membelinya! Asal kalian mampu mengelola keuangan dengan baik bukan masalah besar. Tapi ingat! Jangan terlalu dipaksakan ya !

3. Emosi Tingkat Dewa, Berujung Jadi Haters

“Dunia sosmed itu kejam!”

Kamu setuju nggak dengan kalimat tadi? Coba deh berapa banyak orang biasa atau public figure yang di-bully lewat sosmed!

Jika kamu hanya sebagai ‘penonton’ dari kejamnya dunia sosmed tentu bukan masalah. Namun bagaimana bila kamu terbawa suasana, ikutan komentar, bahkan mem-bully saingan idolamu.

Sebut saja kamu mengidolakan penyanyi muda berbakat bernama A, bagi kamu si A ini tak ada minusnya. Tapi, dalam dunia entertainment, persaingan atau perbandingan adalah hal biasa. Tak heran jika ada penyanyi berbakat bernama B yang dibandingkan kemampuannya dengan A, idola tersayangmu. Ujung-ujungnya, kamu jadi emosi tingkat dewa!. Nggak terima kalau si A dikomentarin negatif oleh temanmu sendiri atau bahkan orang yang tak kamu kenal di dunia maya. Belum cukup di situ, bisa jadi akhirnya kamu malah menjadi haters dari public figure tertentu.

Woles aja , he…he…he! Idolamu tak perlu dibela dengan tarik urat dan emosi negatif kok! Kalau memang idolamu punya prestasi yang luar biasa, justru itu yang perlu dibanggakan dan dicontoh. Tapi, jangan sampai kamu juga tidak objektif ya, toh semua orang ada sisi kelemahannya kok. Nobody’s perfect, right?

4. Delusional

Poin terakhir ini yang paling parah loh! Apa sih delusional itu? Buat yang belum paham, dalam dunia Psikologi, delusional adalah kondisi saat kita percaya pada sesuatu yang kita khayalkan, sampai tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana khayalan.

Jika dikaitkan dengan memiliki idola, bagi mereka yang sering membayangkan idolanya kelak bisa menjadi pasangan hidup, ngotot mengatur pacar agar memiliki selera atau style yang sama dengan idolamu, sering memimpikan idola dan membayangkan suatu hari nanti mimpi itu akan terwujud, dll. Wah, ini sudah fanatik tingkat akut! Jangan sampai kayak gini ya!

Kesimpulannya: memiliki idola bukan hal buruk kok, asal kamu tidak hanyut dalam dunia bersama idola. Ingat! Kamu masih punya ortu, teman/sahabat, dan orang-orang sekitar yang juga peduli samamu. Lain waktu, kita bahas manfaat positif memiliki idola ya!

Tulis Komentar

Komentar