dalam Ideas, Psikologi

Cara Menemukan Bakat – “Enak ya kamu, punya banyak bakat, bisa main piano, suara bagus, nari juga oke. Nggak kayak aku, nggak bisa apa-apa”. Apa kamu pernah mengucapkan kalimat ini saat melihat temanmu memiliki banyak bakat?. For God sake, tolong jangan pernah ucapkan itu lagi ya.

Pernah nggak kamu penasaran dengan bakat apa yang kamu miliki? Apa kamu merasa baik dalam satu bidang, tapi kamu lebih tertarik dengan bidang lain? Atau kamu malah merasa tidak memiliki satu bakat apa pun? Tidak mungkin! Setiap manusia terlahir dengan bakat masing-masing.

Bukan berarti karena kamu tidak mengetahuinya, kamu tidak memilikinya. Bakatmu masih tersembunyi dan tugasmu sekarang adalah menemukannya. Gimana caranya? Mudah kok, ikuti saja langkah-langkah ini.

1. Bertanya pada teman kira-kira menurut mereka apa sih bakat kamu

Menanyakan kelebihan dan kekurangan pada teman adalah cara paling murah tapi efektif yang bisa kamu lakukan. Mereka yang paling dekat denganmu pasti tahu bagaimana karaktermu karena sering melihat keseharianmu. Jangan minder saat mendengar mereka menjabarkan kekuranganmu. Itu wajar kok. Tidak ada manusia yang sempurna kan?. Teman kamu juga pasti gitu. Bertanya pada teman dekat tidak akan membuatmu terhakimi, mereka justru akan menyemangatimu untuk semakin menggali lagi bakatmu lebih dalam.

2. Bertanya pada orang tua kira-kira menurut ortu kamu apa sih bakat kamu

Selesai bertanya kepada teman, coba deh kamu juga luangkan waktu untuk bertanya juga kepada orang tuamu mengenai apa kelebihan dan juga apa kekuranganmu. Mereka pasti tahu apa yang kamu suka saat masih kecil hingga kini.

Misalnya, kamu suka sekali memukul-mukul ember dan benda apapun dan sangat senang saat mendengarkan bunyinya, bisa jadi kamu berbakat untuk jadi drummer. Terus kalau kamu suka sekali menggambar di tembok, bisa jadi kamu berbakat jadi pelukis. Atau kalau kamu hobinya teriak-teriak tanpa mengenal tempat, bisa saja bakat terpendam kamu jadi kernet bus kota tuh, eh salah maksudnya jadi vokalis, hehehe.

3. Peka terhadap hal yang disuka terus bikin daftar kesukaan seperti bikin daftar belanjaan

Cobalah membuat daftar hal yang disuka. Baik itu bermain piano, menggambar, berlari, memasak, dan hal lainnya yang selalu menyenangkan hatimu. Dari seluruh daftar tersebut, tentukanlah yang paling sering kamu lakukan dalam keseharianmu. Bisa jadi itu bakatmu. Ingat, bakat itu nggak hanya soal kemampuan, tapi juga kesukaan.

4. Tes kepribadian untuk menggali lebih dalam lagi siapa kamu dan apa tujuanmu

Jika kamu masih belum puas dengan tiga cara di atas, cobalah cara terakhir yaitu dengan tes kepribadian (bukan test kejiwaan yah). Sama seperti tiga cara sebelumnya, nantinya dalam tes kepribadian kamu juga akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang kamu suka. Kamu bisa melakukan tes kepribadian secara mandiri dari internet atau meminta bantuan psikolog.

Setelah kamu menemukan bakatmu, selanjutnya kamu harus mempraktikkannya. Bakatmu akan sia-sia saja jika hanya dipendam. Berlatihlah setiap hari agar bakatmu semakin terasah. Sama seperti pisau yang semakin diasah semakin tajam, bakatmu pun akan begitu. Berikan waktu khusus untukmu mengasah bakat tersebut.

Jika bakatmu menulis, berlatihlah menulis buku harian, flash fiction, cerita pendek, artikel, atau mengisi blog. Jika sudah terbiasa, kamu bisa berlanjut ke tahap berikutnya untuk menulis buku. Jika bakatmu bermain gitar, berlatihlah memainkan kunci yang paling mudah hingga yang paling sulit. Kamu bisa melakukannya dengan mengiring teman bernyanyi atau bergabung dengan kelompok musik.

Bila kamu merasa tidak mampu melakukannya sendiri, carilah mentor untuk membantu. Setidaknya, ia bisa memperhatikan perkembanganmu. Mentor tidak harus profesional yang mahal kok, kamu bisa meminta temanmu yang lebih unggul untuk menilai penampilanmu dan memberikan masukan.

Sepanjang perjalananmu menempa bakat, kamu pasti akan menemukan kerikil-kerikil yang mungkin bisa menyandungmu bahkan menjatuhkanmu. Meskipun begitu, tetaplah berjalan dan tak usah menghiraukan komentar miring yang dilontarkan orang lain. Jadikan komentar mereka sebagai semangat untuk berlatih lebih keras lagi.

Hingga akhirnya, mereka akan terdiam saat melihat penampilan hebatmu suatu hari nanti dan kamu pun boleh berbangga selama tidak terkesan sombong. Intinya, jangan menyerah untuk menemukan bakatmu, asahlah agar semakin tajam, dan berjuanglah untuk mewujudkan mimpi! Semangat!

Tulis Komentar

Komentar