dalam Love

Cara Berdamai Dengan Mantan – Setelah perang berakhir, biasanya negara yang berseteru saling melakukan gencatan senjata supaya nggak terlahir perang baru. Di dalam sebuah hubungan yang berakhir pun benar atau salah berdamai itu perlu. Setelah putus, nggak jarang jadi musuhan sama mantan. Meskipun ya masih ada sisa-sisa rasa sayang yang akhirnya hangus terbakar sakit dan kecewa, buruknya salah satu dari kalian menyimpan dendam.

Tapi, kalo dipikir-pikir, nggak ada salahnya juga berdamai sama mantan. Selain tetap menjaga silaturahmu, barangkali aja suatu hari dia ngajak balikan, tinggal kamu pikirin aja deh Pertimbangan Ketika Mantan Ngajak Balikan.

Di antara kamu-kamu semua, pasti ada yang pengin damai sama mantannya, cuma takut dan nggak tau aja cara yang tepat gimana cara damainya. Oke, sebenarnya Kanda termasuk tipikal orang yang kalo udah putus, yaudah nggak ada lagi yang harus dilanjutkan.

Tapi yang namanya hidup, kita nggak pernah tau suatu hari sangat butuh pertolongan, dan satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu kita adalah sang mantan. Nah, gimana caranya minta tolong kalo berbicara aja udah nggak pernah setelah putus?

Sebelum hal itu terjadi, kamu tentunya harus berdamai dulu sama mantan. Berdasarkan riset yang Kanda lakukan dari beberapa orang yang pernah berdamai dengan mantan, inilah cara-caranya.

Hubungi dia

Langkah awal berdamai adalah melakukan komunikasi (lagi). Jadi, nggak ada salahnya kamu menghubungi dia…, duluan. Serius, gak ada salahnya kok menghubungi dia duluan, jelaskan ke dia maksud kamu menghubunginya adalah untuk berdamai, bukan mau ngajak balikan, atau mau menghasut dia buat jadi downline MLM produk pedal becak.

Dengan kamu menghubungi duluan, jelas itu menunjukkan itikad baik untuk menjaga silaturahmi. Baiknya pun si dia melakukan hal yang sama. Emang mau pas ketemu di tengah jalan terjadi momen awkward, ditambah semisal lagi bareng temen, dan temen kamu itu ternyata lagi ngedeketin mantanmu.

Bisa ngebayangin apa yang bakal terjadi?

Minta maaf

Jangan gengsi untuk meminta maaf duluan walaupun kamu sebenarnya nggak salah. Minta maaf duluan itu menunjukkan besarnya hati kamu dan sikap dewasa. Lagipula jika memang dulunya dia yang salah sehingga kalian putus, seharusnya dia melakukan hal yang sama. Tapi mungkin dia terlalu malu atau gengsi buat minta maaf duluan. Jadi, nggak ada salahnya untuk memulai hal baik duluan kan?

Saling memaafkan ini secara nggak sadar adalah simbol kalian membangun kepercayaan lagi, jadi sewaktu-waktu bisalah ngopi-ngopi lucu bareng. Gimana mau berdamai kalo salah satu atau kalian berdua nggak saling percaya? Bukannya berdamai malah jadi menaruh prasangka buruk.

Jangan lagi membahas masa lalu

Setelah berhasil berkomunikasi dan saling memaafkan, tandanya kalian berdua telah kembali fitri. Nah, kalo udah begitu sangat baik dan dianjurkan sekali untuk nggak membahas masa lalu, karena itu bakal bikin kalian berdua kembali terhanyut dalam bayang-bayang kenangan.

Oke, salah satu dari kalian pernah disakiti, dikecewakan, dan ditinggalkan. Kenyataan pahit itu telah terjadi dahulu kala. Tapi bukan berarti dalam berdamai ini harus membahasnya lagi, kan? Masa lalu yang buruk itu ya biarkanlah, anggap itu pelajaran berharga supaya gak terulang lagi.

Jika masa lalu itu indah pun, anggaplah perdamaian ini sebagai cara menyimpan kenangan baik untuk berhubungan kembali sebagai dua orang yang ingin menciptakan dan menjaga hubungan baik.

Buat jarak di antara kalian

Hati itu suka nggak terduga. Udah berhasil move on dan berniat untuk berdamai, eh malah baper. Jadi merasa ada secercah harapan untuk balikan. Tahan dulu, Kisanak, ingatlah tujuan awal kamu. Berdamai bukan balikan.

Baper itu terjadi karena perasaanmu berfluktuasi, kamu berada dalam keadaan baik yang sebenarnya rentan patah hati. Jadi nggak bisa mengontrol hati kamu. Ya kalo si mantan juga baper juga dan ada hasrat untuk balikan, kalo enggak? Kamu bakal patah hati lagi.

Itulah kenapa kamu harus buat jarak di antara kalian. Kamu harus sadar diri dan punya prinsip untuk menegaskan perasaanmu dan perasaannya untuk nggak membahas atau melakukan hal-hal yang berpotensi membuat jantung berdebar kencang seperti laju kereta, alias jatuh cinta.

Bangun komitmen sebagai teman

Berdamai juga membutuhkan komitmen, komitmen sebagai teman. Tujuan utama berdamai dengan mantan adalah jelas untuk berteman, bonusnya ya buat balikan di suatu hari nanti bila kalian berdua juga sudah berdamai dengan masa lalu.

Sesudah komitmen itu berhasil dibangun, kalian berdua akan merasa seperti memiliki hubungan yang spesial. Kenapa bisa begitu? Karena nggak semua orang bisa berdamai dengan mantannya. Orang yang bisa berdamai dengan mantan tentu memiliki hati yang besar. Mampu memaafkan dan mampu memperbaiki tanpa merusaknya lagi.

Berdamai dengan mantan memang nggak mudah, tapi bukan berarti nggak bisa. Pasti ada hal positif yang bisa dibangun dari masa lalu. Asik kan bisa lagi berteman dengan mantan? Nggak ada lagi deh tuh niat buat balas dendam atau hal buruk lainnya. Hidup juga jadi lebih tenang.

Jadi, setelah kamu baca artikel ini udah ada niatan buat berdamai dengan mantan belum?

Tulis Komentar

Komentar