dalam Ideas

Masalah tuh kadang kayak jelangkung, datangnya nggak dijemput, tapi harus dianter (baca: diberesin). Soalnya, mau bagaimana pun masalah harus segera diberesin. Lari dari masalah nggak akan bikin masalah selesai dengan sendirinya, justru membuatmu terlihat nggak dewasa, juga bakal merasa dikejar-kejar. Kamu bisa aja lari dari masalah, tapi inget, masalah itu larinya lebih ngebut dibanding kamu. Tetep aja ketangkep. Hehehehe..

By the way, anyway bin busway, cara menyelesaikan masalah pun berbeda-beda, tergantung jenis dan siapa yang dihadapi. Salah satu masalah yang paling bikin ngelus dada itu saat bermasalah sama tipikal orang yang drama. Nonton drama Korea aja udah pegel, apa kabar menghadapi masalah sama orang yang drama. Selain kesabaran diuji, rencana-rencana jahat di dalam kepala juga harus diusir pergi, jadilah gedeg sendiri.

Oke, in case ini relate dan sering terjadi di kehidupan sehari-hari, Kanda sediakan cara dan solusinya yaaa. Kuy kay kuy~

Cari akar permasalahan

Ada asap pasti ada api. Ada bau, pasti juga ada yang kentut, atau malah nyiprat dikit. Masalah yang terjadi juga pasti ada penyebabnya. Nggak mungkin muncul gitu aja. Entah kamu yang lengah atau orang yang drama yang sengaja ngerencanain.

Nah, orang yang drama ini kadang nggak sadar dirinya drama. Malah, boleh jadi sadar dia drama, tapi menikmatinya. E’eque banteng sih. Kalo masalahnya udah berasa kentara di permukaan, buru-buru deh cari akar permasalahannya. Apa yang jadi penyebab masalah?

Akar permasalahan adalah pemicu atau alasan kenapa masalah itu bisa timbul. Akan muncul polemik di orang-orang sekitar yang memerhatikan, oleh karena itulah cari akar permasalahannya.

Amati perilakunya tapi stay cool

Orang yang drama itu senang banget jadi spotlight alias pusat perhatian orang banyak kayak lagi kebakaran jenggot. Dia bakal melakukan berbagai cara demi memuaskan masturbasi egonya. Jangan heran kalo dia sampai melakukan perilaku berlebihan kayak nyinyir, nyindir, bahkan mengada-ngada di berbagai media.

Nggak jarang juga dia bakal ngelakuin playing victim. Seolah-olah dia manusia yang dibuat sangat menderita olehmu, padahal dia sendiri yang ngelakuin. Kasian. Dia cari perhatian sebanyak-banyaknya, tapi kamu stay cool dan tenang aja. Toh, orang juga pasti menilai dan mengerutkan dahi. “Bujug dah, ini orang ngapa sih..”

Mata dan telingamu emang bakal panas ngeliatnya, tapi ketawain aja anggap orang gila. Kalo kamu terpancing dengan perilaku dramanya dan bertindak gegabah, itu malah memperparah keadaan plus bikin kamu nggak jauh beda kayak dia. Iya, drama juga.

Dapetin informasi dan pendekatan ke orang yang tau masalah kalian

Menghadapi orang yang drama itu nggak bisa pakai cara sembarangan, malah kalo salah bisa makin runyam. Cari approach paling tepat biar minimal kamu bisa berkomunikasi dengan baik sama dia dengan kepala dingin tanpa perlu saling baku hantam atau balas-balasan surat laporan ke Bareskrim.

Gampang-gampang susah juga sih ini, tergantung sifat orangnya juga. Biasanya orang yang drama itu manis di depan tapi bergerilya di belakang buat nyari masa. Cobalah buat mencari tau apa aja yang dia omongin ke orang-orang yang kenal kamu sama dia. Deketin antar personal atau sekalian aja buka forim.

Ini penting supaya kamu tau kondisi atmosfir di sekitar dan mendapatkan informasi dari mereka, siapa tau aja ada yang dimanipulasi biar nama kamu jelek. Ini sering terjadi.

Cari solusi dari berbagai sudut pandang, tapi buatlah sederhana

Orang yang drama itu ‘sumbun’nya pendek karena otaknya cetek. Dia nggak bakal deh kepikiran buat nyari solusi biar masalah selesai soalnya pikirannya nggak sampai ke situ, yang ada dibikin berlarut-larut.

Duduklah dan berpikir untuk mengidentifikasi solusi. Kamu berkontemplasi untuk cari solusinya dengan melebarkan berbagai sudut pandang, melihat dan memprediksi kira-kira impact apa yang mungkin akan terjadi dan muncul feed back apa dari dia kalo kamu menggunakan cara-cara tertentu, which is kamu jadi bisa ngelakuin tindakan preventif sekiranya terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

Dari beberapa cara yang kamu dapatkan dan berpotensi bisa jadi jalan tengah untuk penyelesaian masalah, pilihlah dengan penuh pertimbangan cara mana yang paling potensial dan aman buat dirimu. Dianya mah bodo amat.

Inisiatif menciptakan momen buat bertemu dan menyelesaikan masalah

Kalo solusi paling tepat udah ketemu dan terskema di kepala, tinggal kamu bikin packaging kalimat yang singkat, padat, jelas dan tegas. Kemudian inisiatif nyiptain momen buat bertemu, duduk berdua dan ngobrol empat mata sama si orang drama itu.

Pasangan wajah yang santai sambil tetap nge-press emosi, lakuin S3: senyum, sapa dan salam sewajarnya supaya nggak terkesan sok asik. Ini berfungsi membuat suasana kondusif dan meminimalisir ketegangan di antara kalian, daaan bikin otak dia jalan dan mikir. “Loh, nih orang santai banget punya masalah sama gue..”

Besar kemungkinan dia bakal pasif atau justru reaktif selama ngobrol, bisa juga dia mencoba perlahan mengalihkan topik pembicaraan. Amati gestur dan air mukanya, supaya kamu tau apa yang sedang dia berusaha tahan dan tutupi dalam segi psikologi. Jangan terbawa! Usahain kamu self center saat ngobrol, dalam artian ketika kamu mengeluarkan statement, kamu nggak mau dipotong selama menyampaikan poin-poin penting masalah sampai dia ngangguk ngerti dan menekankan pembahasan ini nggak boleh keluar jalur, lalu tanya dia maunya apa dan gimana sampai ketemu titik kesepakatan masalah ini selesai dan nggak teruang lagi.

As a note. Kalo kamu cowok dan berhadapan sama cowok yang drama, Kanda saranin atur duduk sesantai mungkin tapi pasang ancang-ancang bersiap ‘ngasih pelajaran’. Nggak apa-apa, halal kok. Biar dia notice kalo dia membut drama dengan orang yang salah.

Cengin aja, “Sorry-sorry nih, bro. Kalau lo nggak suka sama gue, ya langsung aja bilang. Gue gemes kenapa bisa muncul masalah kayak gini. Otak gue sih nggak cetek-cetek banget buat bikin masalah sama orang yang otaknya cetek, makanya nih gue ngajak lo ngobrol. Gue pengin masalahnya selesai, gue ngerasa muak aja bermasalah sama cowok yang kebanyakan hormon estrogen. Hahaha..”

Setelah ngecengin gitu, sekali-dua kali ‘ngasih pelajaran’ bolehlah buat melepas panasnya emosi. Kalo kamu mau, sih, ya, pakai ‘cara’ yang populer di tahun 80’. Selesai bikin doi rada susah bangun setelah idungnya nyium tanah, boyong lagi buat duduk berdua. Kasih rokok atau beliin doi minum. Ajak ngobrol santai meskipun dia udah rada bengep buat cooling down. Ini cukup efektif buat dia mikir sebenarnya kamu beritikad baik buat nyelesain masalah DAN tetap menjaga hubungan baik as a friendof course.

Yadudeeeh~ begitulah kiranya cara menyelesaikan masalah yang dibuat orang drama. Cukup menguras tenaga dan pikiran memang. Tapi kembali lagi kepada dasarnya bahwa masalah nggak akan selesai gitu aja kalo didiamkan.

Well, Kanda rasa kita mampu dan udah cukup dewasa untuk bertanggung jawab menyikapi serta menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah itu salah satu seni menyesapi alur kehidupan. Anjir, ini keren. Hahaha.

Tulis Komentar

Komentar