dalam Doa

Banyak orang yang menyambut dengan adanya penomena alam yang jarang terjadi dengan beberapa cara ada yang ingin melihat suasana bulan yang sangat indah dan mengabadikannya dengan memotrenya hingga memvideokan penomena alam itu, yang berawal

  • Kontak awal gerhana pukul 16.14′.48″ WIB
  • Awal total gerhana pukul 17.25′.09″ WIB
  • Pertengahan gerhana pukul 17.54′.35″ WIB
  • Akhir gerhana total pukul 18.23′.59″ WIB
  • Kontak akhir gerhana pukul 19.34′.19″ WIB

Namun bagi orang muslim adanya Gerhana bulan total ini menjadi salah satu wujud dari kekuasaan dari kebesaran Alloh. Maka kita patut untuk mensyukurinya dengan melaksanankan solat sunah Gerhana yang menganjurka kita untuk banyak berdzikir kepada alloh meminta ampunan dosa kedapa alloh dan bersedekah sesama muslim.

Adapun pengertian dari solat Gerhana yaitu diambil dari istilah kusuf yang artinya gerhana matahari dan pada bahasa arab kusuf bisa juga di sebut dengan kasafat asy-syamsu yang artinya matahari yang menghitam dan hilang sinarnya. Ada juga istilah dari khusuf yang artinya gerhana bulan atau dalam bahasa arabnya khasafa al-bi’ru yang artinya sumur itu berkurang airnya sehingga mengering. Tetapi banyak ulama yang mengatakan untuk masing-masing istilah kusuf dan khusuf bermakna matahari maupun gerhana bulan dan tidak ada perbedaan diantaranya.

Apa hukum solat gerhana bulan? Kebanyak ulama berpendapat solat gerhana hukumnya sunnh muakkadah yang dilaksanakan secara berjamaah pendapat ini didasari pada hadist yang shahih dan di anjurkan apabila kita melihat terjadinya gerhana maka hendaklah kita melaksanakan solat sunah gerhana bersamaan dengan memperbanyak dzikir, istigfar, takbir, dan bersedekah sesama muslim. Solat gerhana terdiri dari 2 raka’at dan setiap raka’at terdiri dari 2 kali berdiri dan 2 kali ruku sedangkan seluruh gerakan lainnya sama dengan gerakan solat seperti biasanya

Tata cara solat sunah gerhana:

  1. berdiri menghapad kiblat, melakukan takbiratul ihram dan membaca do’a iftitah, membaca ta’awudz, membaca al-fatihah, dan bacaan surat-surat panjang.
  2. bertakbir, ruku, kemudian setelah bangkit dari ruku mengucapkan Takbir dan kembali ke posisi shalat.
  3. Kemudian membaca al-fatihah kembali dan membaca surat-surat panjang
  4. takbir, ruku .
  5. membaca sami’allohu liman hamidahu rabbana lakal hamdu, lalu i’tidal
  6. bertakbir, lalu sujud, duduk diantara 2 sujud, terus sujud kembali
  7. bertakbir berdiri pada raka’at ke 2, gerakannya sama seperti gerakan pada raka’at pertama.
  8. setelah tasyahud akhir lalu salam.

Tulis Komentar

Komentar