dalam Ideas

Cara Menghargai Waktu – Kembali mengunjungi momen-momen dan bertemu dengan orang yang paling dirindukan dan memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat. Seandainya aja waktu bisa diulang pasti semua orang ingin mengulang waktu, termasuk Kanda dan kamu.

Barangkali di masa depan nanti akan ada penemu mesin waktu seperti di film-film yang pernah kita tonton. Tapi apakah di masa depan itu nanti kita masih ada? Apakah kita punya kesempatan untuk mencobanya? Belum tentu, nggak ada jaminan untuk itu. Maka, dengan realita yang memang nggak bisa diubah, kenapa kita nggak menggunakan waktu dan kesempatan yang ada sebelum semuanya terlambat?

Daripada berangan-angan tentang hal yang tak pasti, bagaimana jika kita mulai menghargai waktu saja? Seperti di film The Fault in Our Stars, betapa membahagiakannya jika Hazel dan August diberikan keajaiban sembuh dari penyakitnya untuk menikmati kebersaman mereka hingga tua. Betapa Hazel bersyukur mempunyai waktu yang sebentar, sebelum akhirnya August pergi selamanya.

Betapa mimpi sederhana yang paling mereka ingin terwujud hanyalah waktu berbaik hati memberikan selamanya untuk cinta mereka.

There are days, many of them, when I rest the size of my unbound set. I want more numbers than I’m likely to get, and God, I want more numbers for Augustus Waters than he got. But, Gus, my love, I cannot tell you how thankful I am for our little infinity. I wouldn’t trade it for the world. You gave me a forever within the numbered days, and I’m grateful. – Hazel, The Fault in Our Stars.

Dari makna film The Fault in Our Star yang kita petik, tentunya kita jadi paham bahwa waktu akan terasa berharga, saat kita tau berapa sisanya. Namum bagaimana kalo kita nggak tau berapa sisanya? Nggak ada yang tau apa yang terjadi nantinya.

Masihkah kita membuang-buang waktu sendiri dan menyia-nyiakan waktu seseorang? Masihkah kita menanggap remeh masih ada detik berikutnya dan esok hari meskipun kita tau, belum tentu ada.

Lalu bagaimana cara menghargai waktu? Dari hal-hal kecil yang sering disepelekan, menghargai itu mudah.

Datang tepat waktu

Kebiasaan buruk hampir setiap kita adalah datang terlambat saat janjian bertemu. Padahal, kalo kita datang tepat waktu, kita menghargai diri sendiri dan orang yang ditemui. Orang yang ditemui pun merasa dirinya dihargai dianggap penting.

Kayak pas ketemuan sama temen, sahabat, atau pacar. Kalo kamu datangnya terlambat dari waktu yang udah dijanjikan, jelas itu membuang waktu percuma yang seharusnya bisa dinikmati buat quality time.

Iya kan?

Memaafkan masa lalu

Nggak sedikit orang yang berlarut-larut terjebak pada masa lalunya, seperti ketika kehilangan seseorang yang teramat dicintai. Padahal dengan berlarut-larut meratapi, berdiam dan menyalahkan diri sendiri, masa lalu nggak akan pernah bisa diubah. Seseorang itu pun nggak akan kembali, dan itu jelas banget buang-buang waktu. Kamu juga gak pernah tau kalo ada seseorang lain yang menunggu kamu untuk bangkit dan tersenyum, lalu menyadari keberadaan dirinya.

Kenapa nggak segera move on dan memaafkan segalanya? Dengan begitu kan hidup jadi lega dan tenang, setelah itu pelan-pelan mencoba membuka hati untuk cinta yang baru. Bukan hal mudah memang beranjak dari masa lalu, tetapi nggak mudah bukan berarti nggak bisa. Semua tentang kemauan dan niat, keduanya sudah bulat, itu akan mempermudah proses kamu.

Memaafkan masa lalu adalah proses mengawali masa depan dengan harapan baik.

Buat skala prioritas

Banyak dari kita yang sering acak-acakan dalam memanajemen waktu. Nggak terlalu memikirkan mana yang penting dan nggak penting untuk dilakuin, justru itu sama aja nggak menghargai waktu.

Contohnya, ketika kita punya daftar apa aja yang harus dilakuin di dalam aktivitas. Dari susunan daftar itu, mana yang paling penting dan harus didahulukan ngerjainnya supaya cepat selesai.

Janganlah kamu yang harusnya bangun-mandi-sarapan-berangkat-kerja/sekolah/kuliah-pulang-istirahat-tidur. Jadi bangun-gegoleran-ketiduran bentar-sarapan-nyiapin seserahan-main game-berangkat-cabut-mandiin tank-pulang-ngepel istana negara-tidur. Itu jelas mengacaukan skala prioritas jadi skala nggak jelas ngapain.

Nggak menunda hal yang sedang dilakukan

Nggak jarang saat lagi melakukan sesuatu, datanglah distraksi yang menganggu. Lagi ngerjain konsen ngerjain tugas, eh di-chat temen ngajak ngobrolin gembong mafia batu akik, walhasil tugas kamu ditinggalin karna keasyikan chat. “Ah entar aja deh, masih ada waktu abis chat atau besok pagi ngerjain di kelas.”

Pas chat-nya selesai, udah keburu ngantuk. Keesokan harinya, cuma pasrah dihukum di kelas sama guru/dosen karna telat nggak keburu ngerjain di kelas. Udah gitu dihukumnya disuruh jadi sales batu di kuburan Belanda. Apes. ~

Jangan menyia-nyiakan waktu seseorang

Kembali seperti kisah Hazel dan August, karena tau waktu mereka tinggal sebentar, mereka nggak menyia-nyiakan waktu orang yang dicintainya. Seharusnya kita semua juga begitu.

Ketika kamu dicintai seseorang, jangan menyia-nyiakannya begitu aja. Kamu nggak pernah tau seberapa dia berusaha untuk mencintaimu, nggak pernah tau keringat dan pengorbanan apa aja yang dilakukan demi membahagiakanmu.

Belajar mencintai seseorang yang belum kita cintai itu nggak salah kok, sekali pun kita nggak pernah bisa mencintainya, minimal kita menerima apa yang diberikannya dengan penjelasan yang baik agar dia juga bahagia dan merasa dihargai. Karena rasanya disia-siakan itu sakit dan menimbulkan luka yang sembuhnya cukup lama.

Jika seseorang memberikan waktunya untukmu, ia memberikan hal paling berharga dalam hidupnya yang tak bisa dikembalikan.

Luangkan waktu untuk orang yang kamu sayangi

Terakhir, inilah yang harus dilakukan untuk menghargai waktu. Kamu nggak pernah tau batas waktu seseorang tetap tinggal di kehidupanmu hingga dia pergi. Bila berbicara tentang kemungkinan buruk, nggak ada yang mau tercipta perpisahan –yang menyedihkan, tapi apa daya kita nggak akan bisa menghindarinya.

Itulah kenapa kamu harus meluangkan waktu sesekali untuk orang-orang yang kamu sayangi sebelum mereka tak bisa kamu temui lagi, tertawa layaknya orang gila, melakukan hal-hal konyol, dan merangkai senyum. Berilah mereka kenangan indah, agar jika suatu hari takdir mengatakan harus pergi, mereka akan mengingat kamu sebagai seseorang yang pernah memberi arti dan kebaikan.

Setelah semua yang Kanda jelaskan di atas, bagian mana lagi yang belum kamu paham tentang cara menghargai waktu? Dan apa lagi kiranya cara lain yang akan kamu lakukan untuk menghargainya, Kisanak?

Waktu bukan hanya tentang uang, tapi waktu adalah aset utama untuk mewujudkan mimpi, karena waktu ialah prasasti kehidupan.

Tulis Komentar

Komentar