Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

dalam Blog

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

5/5 (1)

Jika hanya ada satu saja sifat kepribadian hampir setiap kaum bisnis Amerika, akan ada suatu keban keyakinan bagi sistem ekonomi dan politik negara.

Kebanggaan dari keunikan bangsanya sendiri dan keyakinan dalam kebajikan serta kekuatan, kegigihan dan dendam hati oleh keajaiban ekonomi dicapai oleh bangsa-bangsa lain pada tahun-tahun belakangan ini badian yang dipegang oleh ggaan dan Orang-orang asing seringkali mengeluh mengenai patriotisme yang bersemangat dan terbuka, tetapi mereka juga kagum dan menghargai- nya.

Dengan rasa enggan, mereka juga turut mengakui bahwa perasaan optimis dan percaya diri yang sangat luas dari orang-orang Amerika mengenai jalan hidup mereka sendiri, menyetel suatu harga per- umpamaan yang mengikutinya.

Untuk mengakui hal seperti itu, tidak- lah mudah. Sebagaimana halnya Mark Twain, pelawak terkenal yang kata-katanya banyak dikutip, suatu ketika berkata: “Beberapa hal lebih sukar ditempatkan daripada gangguan karena contoh yang baik”.

Sesuai dengan suatu seri studi oleh Alex Inkeles dari Universitas Stanford, menyebutkan bahwa kebanggaan pada negara telah me- nyebar di seluruh Amerika Serikat dalam jangka waktu yang lama.

Penelitiannya menunjukkan bahwa orang-orang Amerika selalu tegar dalam keyakinan hatinya atas kualitas yang khusus dari sistem Amerika dan nilai-nilai dasarnya.

Suatu pengujian nyata dalam mempertimbangkan kekuatan dari patriotisme semacam ini adalah menanyakan orang-orang apakah mereka mau meninggalkan negara mereka dan hidup di mana saja.

Ketika ditanyakan pertanyaan ini, hanya 12 persen dari orang-orang Amerika, sekitar setengah dari tingkat rata-rata sembilan bangsa yang dipelajari, mengatakan ya.

Pada akhir dari skala yang lain, suatu angka yang bukan main besarnya, yaitu 41 persen dari orang Inggris yang diteliti mengatakan mereka mau pindah ke negara lain.

Bagaimanapun, orang-orang Amerika punya perasaan mendalam pada diri mereka sendiri bahwa bentuk pemerintahan mereka adalah yang terbaik di dunia.

Ketika ditanyakan, hal apa mengenai negara mereka yang amat dibanggakan, suatu jawaban mengejutkan bahwa 85 persen mengatakan obyek-obyek yang mereka anggap istimewa dan amat membanggakan adalah mengenai konstitusi mereka, ke- bebasan berbicara dan tanda-tanda lain yang terkenal dari cara hidup mereka yang demokratis.

Hanya 46 persen dari penduduk Inggris menunjukkan kebanggaan yang dapat diperbandingkan mengenai Pe- merintah mereka. Di Jerman, hal itu hanya 7 persen dari penduduk- nya, sementara di Itali hanyalah sebesar 3 persen.

Dari manakah datangnya derajat yang tinggi dari perasaan puas hati sendiri orang-orang Amerika ini? Orang-orang luar sering me- lihatnya sebagai suatu kasus yang buruk dari puas hati sendiri secara nasional.

Sebenarnya, hal ini telah tertanam secara mendalam, paling sedikit pada beberapa keyakinan budaya yang selalu berciri khas Amerika.

Pertama, ada suatu kepercayaan yang tak dapat digoyahkan bahwa seseorang yang dilahirkan dalam kabin kayu akan dapat menjadi Presiden negaranya.

Bila diterjemahkan dalam dunia bisnis, hal ini berarti bahwa penjaga kantor sekalipun, suatu hari kelak akan bisa menjadi pejabat top eksekutif puncak atau anggota Direksi.

Kebebas- an untuk memperoleh kesempatan adalah suatu tradisi Amerika yang dicintai. Sekarang ini, banyak orang mengetahui bahwa mobilitas yang begitu mudah dari bawah ke atas adalah lebih banyak merupakan fiksi daripada kenyataan.

Hal ini secara jelas diumumkan oleh studi yang baru berselang oleh eksekutif puncak dari 50 perusahaan industri besar di Amerika. Para pemimpin bisnis ini diminta untuk menyatakan kapan mereka bergabung dengan perusahaannya sekarang dan pada level apa.

Hanya satu, yaitu Direktur Utama dari General Motors memulai kariernya pada perusahaan tersebut beberapa tahun yang lalu sebagai klerk rendahan.

Sebagian terbesar baru memasuki perusahaan ini dan dalam posisi tertentu sebagai insinyur, wakil direktur atau dalam beberapa kasus sebagai Ketua Dewan Direktur.

Pada kebanyakan kasus, para eksekutif puncak ini adalah berpendidikan sangat baik, manajer profesional dengan sedikit atau tanpa pengalaman pada level pekerja bawahan.

Kepercayaan budaya yang kedua yang diajukan oleh kaum bisnis Amerika dengan rasa bangga, adalah bahwa posisi kepemimpinan di Amerika Serikat dan di perusahaan-perusahaannya adalah dipenuhi secara langsung oleh sistem merit (jasa terhadap perusahaan).

Adalah kemampuan, bukan karena famili atau kekayaan, yang membawa seseorang pada puncak karier.

Jika benar, ini akan mengarahkan kita pada suatu kesimpulan yang membahagiakan, bahwa para pemimpin Amerika, apakah ia di Pemerintahan atau di bidang bisnis, adalah orang-orang paling baik yang patut ditemui. Perasaan kebanggaan yang berlebihan dan kepercayaan akan jasa, bagaimanapun, bukanlah tanpa cela pada perusahaan di A.S.

Hal ter- sebut pada dasarnya merusak dalam kontes yang terlihat di tingkat tinggi untuk posisi eksekutif.

Para calon untuk promosi di posisi puncak, semua yakin bahwa kemampuannya akan memenangkan mereka pada posisi yang lowong, telah mendorong mereka pada per- saingan terbuka satu sama lain.

Sekali posisi itu terisi, mereka yang kalah, dengan kebanggaan yang luka, tak dapat dielakkan lagi meninggalkan perusahaan dan mencari perusahaan lain yang lebih menyukai dan lebih menghargai kemampuan mereka.

Para calon yang kemudian meninggalkan perusahaan adalah biasa sebuah perusahaan konglomerat besar A.S. sangat aktif dalam seorang yang berhasil, iga orang calon lainnya meninggalkan di seluruh bisnis Amerika Serikat. Suatu cerita kasus yang baru t jadi, menggambarkan cirl dari situasi dimaksud.

sangat aktif dalam seorang yang berhasil, iga orang calon lainnya meninggalkan di seluruh bisnis Amerika Serikat. Suatu cerita kasus yang baru t jadi, menggambarkan cirl dari situasi dimaksud.

Empat calon d per lombaan untuk posisi kepala eksekutif. Setelah pengumuman nam peru sahaan dan menerima posisi eksekutif puncak di perusahaan lain seorang dengan pesaing berat perusahaan itu, dan dua orang lain bekerja di perusahaan di sektor industri yang sama.

Perpindahan seperti i menolong para manajer mempertahankan kebanggaan mereka, tetap mereka sering melakukan itu atas pengeluaran biaya dari perusahaan nya yang lama.

Sumber ketiga dari kepuasan besar untuk disebut ciri khas Amerika adalah pada perasaan yang kuat tentang menentukan diri sendiri.

Dia bangga dengan kenyataan bahwa apa yang ia kerjakan, sebaik apapun dikerjakannya, akan menjadi faktor yang amat penting bagi apa yang akan terjadi dengan dirinya.

Bahkan jika ia berjalan ke arah garis ketidakberuntungan, dia boleh jadi digunakan untuk menempatkan paling sedikit sebagian dari kesalahan padanya.

Kepercayaan pada penentuan diri sendiri ini, adalah agak berbeda dari sikap yang fatal yaitu “apa yang akan terjadi, terjadilah”, yang ditemui diberbagai masyarakat yang lain.

Akhirnya, ada suatu preferensi yang kuat dan antusiasme pada sebagian dari orang Amerika untuk versi mereka sendiri atas per aturan sistem perusahaan bebas. Dalam dendam karena kemunduran yang diderita oleh Amerika Serikat selama 1970-an dan 1980-an, kaum bisnis A.S.

tetap tidak berkeinginan untuk berbaikan dengan komu- nisme, sosialisme atau bahkan hubungan yang erat dengan Jepang antara bisnis dan pemerintah pusat yang secepatnya digunakan sebut- an Japan Incorporation.

Suatu survai oleh American Enterprise Institute menguatkan kembali pandangan positif ini di mana orang-orang Amerika bangga dengan sistem ekonomi mereka.

Salah satu kesimpulan utamanya ada- lah bahwa 7 dari 10 orang Amerika percaya bahwa mereka “harus mengorbankan sesuatu untuk mempertahankan sistem perusahaan yang bebas”.

Sebagai suatu pengamatan yang menyenangkan, studi itu mengemukakan bahwa orang-orang Amerika merasa bahwa dengan margin lebih dari tiga banding satu, orang-orang pintar cenderung untuk melakukan bisnis daripada memilih posisi posisi di Pemerin- tahan.

Dari kupasan tentang 4 prasangka budaya ini, kita menemukan bahwa orang Amerika percaya negeri mereka sepenuhnya berdasar kan pada persamaan kesempatan, melengkapi pengakuan dan peng- hargaan atas kemampuan seseorang, memperkenankan setiap indi vidu untuk menentukan tujuan hidupnya sendiri dan mempunyai kemungkinan yang terbaik dari sistem politik dan ekonomi.

Sementara beberapa orang dapat mendebat kepercayaan keper- cayaan ini, mereka tetap berkeras dan memberikan sumbangan pada keinginan meluasnya jiwa patriot seluruh bangsa Amerika.

Kebanggaan nasional yang kuat seperti itu, sayang sekali, dapat menjadi sesuatu yang selalu dipikirkan dan dapat membutakan para pengikutnya pada apa yang terjadi di dunia luar yang jauh lebih luas.

Hal ini telah menjadi salah satu masalah yang mengarah pada ter jadinya erosi dari daya saing bisnis A.S. yang dimulai pada periode 1960-an dan terus berlangsung sampai era 1980-an.

Dalam antusiasme mereka bagi strategi bisnis mereka sendiri termasuk juga kebijaksanaan dan praktek-praktek bisnis, maka para pesaing asing sering sekali di- abaikan.

Oleh karena pengetahuan teknik bisnis Amerika belum pernah ditantang sebelumnya, kelihatannya tidak ada alasan menanyakan tentang kehebatan mereka yang luar biasa itu.

Reginald H.Jones, mantan Kepala Eksekutif perusahaan General Electric, mengikhtisarkan masalah itu dengan sangat baik, sebelum masa pensiunnya. Dia menyebutkan bahwa kaum bisnis A.S. begitu meyakini ukuran dan kekuatan pasar domestik dan mereka tidak pernalh melihat dibalik itu. “Kita adalah ayam jantan yang manis“, katanya.

“Kita menduga bahwa para produsen Amerika adalah yang terbaik di dunia dan yang lain hanyalah para peniru yang lemah dibidangnya. Kita menemukan bahwa pendapat itu tidak benar”.

Seorang pejabat tinggi Pemerintah menambahkan , “Selagi kita beristirahat di bawah pohon salam.perusahaan perusahaan di luar ne- geri membuat komitmen jangka panjang untuk masa depan. Kita mulai berpikir bahwa kita tidak akan pernah kehilangan”.

Kesukaran serius yang dialami perusahaan yang pernah sangat kuat yaitu perusahaan sepeda motor, mobil, televisi dan industri-industri baja, adalah bukti nyata dari pengamatan ini.

Karena Amerika Serikat pernah nomor satu dalam dunia industri dalam jangka waktu yang sangat lama, para manajer A.S. menemui kesukaran yang berat untuk menyeimbangkan kebanggaan di dalam kepemimpinan negerinya dengan suatu keinginan jujur untuk belajar dari orang lain.

Orang Amerika tidak mau kehilangan patriotismenya dan mencintai negerinya seperti perasaan waktu menyanyikan lagu kebangsaan “Tuhan Merestui Amerika (God Bless America).

Tidak seorangpun yang ingin merasa benar dan menjamin sendiri dalam lagu mereka, bahwa mereka gagal mendengarkan nada-nada berbeda yang dilantun kan oleh bangsa-bangsa lain; sementara itu, beberapa di antara mereka mendapatkan jalan untuk ke luar dari barisan.

Ini adalah dilema yang dihadapi oleh para manajer Amerika dalam tahun 1990-an dan sesudahnya. Mereka mengetahui sekarang bahwa untuk menjadi dan membeli orang Amerika tidaklah cukup.

Per- juangan dewasa ini untuk mencapai keseimbangan yang sehat antara kebanggan nasional dan kemauan belajar dari orang lain, dapat menolong untuk menjelaskan banyak dari nilai-nilai dan perilaku kaum bisnis Amerika, yang akan diuraikan pada Bab-bab berikut.

Diharap- kan, buku ini akan menawarkan kepada pembaca, suatu penglihatan yang intim dan segar pada manajemen Amerika Serikat dan sebagai sebuah dasar yang tulus untuk memperkirakan masa depannya.

Suka artikel ini?

Tulis Komentar

Komentar