dalam Ideas

Cara Nagih Hutang – “Pinjem duit dong! Minggu depan gue balikin, sumpah!” Ucap Supri kepada Harno.

Seminggu kemudian, Supri pindah kewarganegaraan ke Zimbabwe. Dan Harno nggak enak buat ngirim surat tagihan kepada Supri ke Zimbabwe.

Kejadian di atas adalah salah satu contoh bahwa manusia sering ngerasa sungkan kepada teman. Termasuk kita. Tapi ada kalanya rasa nggak enak itu menjadi pisau bermata dua. Yang kalau didiamkan, jadi serba salah. Mau tegas, takut teman marah. Kalau nggak tegas, kita bakal makan tanah. Contohnya nagih hutang.

Sering terjadi di pergaulan sehari-hari. Kasus umumnya seperti ini: lagi makan di restoran bareng temen, uang kita pecahan seratus ribu. Kita sama-sama menyodorkan uang. Tapi karena pake uang temen nggak cukup, akhirnya pake duit kita yang pecahannya paling gede. Tapi setelahnya, pas mau nagih nggak enak. Bingung mau nagihnya dengan cara apa. Mau nggak nagih, kitanya rugi.

Nah, buat yang bingung, coba pake cara ini:

Beli Barang yang Seharga

Sejauh ini, cara yang paling ampuh biar uangnya balik adalah beli barang yang seharga. Kalau dia punya utang, biarin, jangan ditagih dulu. Tunggu sampai kamu ketemu lagi sama dia. Sekarang dia jadi bank berjalan buat kamu.

Begitu ketemu dan kamu pengin beli barang, baru deh kamu bilang nggak punya duit. Terus minta dia bayarin. Kurang lebih seperti ini:

A: Eh, gue mau beli itu, pinjem duit lo dulu dong, gue belum ngambil duit.

B: Hmmm…

A: Ehiya, gue baru inget, lo juga punya utang kan dulu.

Nah, lebih enak, kan.

Curhat Sedih

Kamu juga bisa berpura-pura sedih di depannya. Kamu cerita, kalau kondisi keuangan kamu sangat kacau akhir-akhir ini. Mau makan aja nunggu ada yang selametan dulu. Lalu kamu nangis meraung-raung sambil guling-gulingan di tanah. Oke, itu nggak terlalu penting. Yang paling penting, di akhirannya kamu harus bilang, “Dari mana ya aku dapat uang? Andai saja teman-temanku dulu membayar hutang. Pasti tiap hari aku udah makan sushi.”

Kurang lebih seperti itulah.

Teror dengan Tulisan

Sering ngeliat di film-film kan, kalau ada orang yang nggak mau nurutin kemauan penjahat, dia diteror, penjahatnya bilang kalau keluarganya bakalan diapa-apain.

Nah, bisa juga nih kayak gini. Tapi nerornya dengan cara lain, misal, dengan kata-kata. Kamu tulis kata-kata yang menyeramkan di tempat yang sering dia lihat. Misalnya lagi, pagar rumah.

Kamu tulis deh “Hutang Jangan Dibawa Mati. Kalau Dibawa Mati, Arwahmu Tidak Akan Tenang.”

Nah, itu aja tip-tip dari Mimin. Semoga bisa membantu kamu-kamu yang bermasalah dengan teman yang batu. Mimin yakin, pasti pada pernah ngalamin hal kayak gini. Iya, kan? Menurut kamu, cara apa yang paling berhasil?

Tulis Komentar

Komentar