15 Fakta Unik Tentang Ubur-ubur

5/5 (1)

Tentang Ubur-ubur

Ubur-ubur adalah hewan laut yang berenang bebas yang termasuk dalam filum Cnidaria. Ada lebih dari 350 spesies ubur-ubur yang dapat ditemukan di semua lautan di dunia.

Beberapa spesies juga dapat hidup di air tawar. Ubur-ubur dapat terlihat di kedalaman yang berbeda, dari permukaan hingga air laut yang sangat dalam.

ubur-ubur

Fakta Tentang Ubur-ubur

  1. Ubur-ubur sangat bervariasi ukurannya. Spesies terkecil (Irukandji) hampir tidak bisa dilihat dengan mata manusia (seukuran pinhead), sedangkan yang terbesar (surai singa) berdiameter hampir 8 kaki.
  2. Ubur-ubur memiliki tubuh berbentuk lonceng atau payung dengan tentakel yang panjang dan jumlahnya tergantung pada spesies.
  3. Ubur-ubur bisa transparan atau berwarna cerah.
  4. Ubur-ubur terbuat dari massa agar-agar yang mengandung 95 persen air.
  5. Ubur-ubur adalah organisme yang sangat sederhana. Tidak memiliki otak, tulang, kepala atau jantung. Beberapa spesies dapat mendeteksi cahaya menggunakan bentuk organ sensitif cahaya yang sederhana dan primitif yang disebut ocelli. Secara anatomi mereka jauh lebih sederhana daripada mata binatang yang lebih tinggi.
  6. Ubur-ubur adalah salah satu organisme tertua di planet ini. Mereka muncul di Bumi sebelum dinosaurus. Para ilmuwan percaya bahwa ubur-ubur ada antara 500 dan 700 juta tahun.
  7. Ubur-ubur adalah organisme yang sangat mudah beradaptasi. Ada empat ratus zona di lautan (dikenal sebagai zona mematikan) di mana hanya ubur-ubur yang dapat bertahan hidup.

Fakta ke 2 Ubur-ubur

  1. Ubur-ubur adalah yang paling terkenal karena kemampuannya menyengat. Spesies ubur-ubur tertentu menghasilkan sengatan yang sangat menyakitkan dan kadang-kadang bahkan mematikan. Tawon laut yang mematikan termasuk dalam kelompok ubur-ubur kotak. Itu adalah ubur-ubur paling berbahaya di lautan yang mengandung cukup racun untuk melumpuhkan 60 orang. Sengatan tawon laut sangat menyakitkan dan bisa berakibat kematian jika bantuan medis tidak tersedia.
  2. Bahkan ubur-ubur mati bisa menyengat. Ubur-ubur melumpuhkan lebih banyak orang daripada hiu setiap tahun.
  3. Ubur-ubur tidak menyerang manusia terutama. Mereka menggunakan sel penyengat sebagai senjata untuk menangkap mangsa di dalam air. Sel menyengat disebut nematocysts.
  4. Ubur-ubur memakan berbagai jenis makanan: fitoplankton (ganggang yang mengambang di air dangkal), copepoda, telur ikan, larva dari berbagai spesies dan ubur-ubur lainnya.
  5. Ubur-ubur bukanlah perenang yang kuat; sebagian besar waktu bergantung pada arus laut. Ketika arus laut mengumpulkan sejumlah besar ubur-ubur di daerah yang sama – kelompok ratusan atau ribuan hewan dikenal sebagai kawanan.
  6. Ubur-ubur “mekar” adalah fenomena lain yang terkait dengan sejumlah besar ubur-ubur yang dihasilkan dari peningkatan reproduksi ketika sumber makanan berlimpah dan kondisi lingkungan lainnya optimal. Air dengan konsentrasi oksigen yang rendah dan suhu laut yang meningkat memudahkan pertumbuhan ubur-ubur.
  7. Pengembangan ubur-ubur dibagi dalam dua fase: mobile dan stasioner. Setelah sel reproduksi pria dan wanita bergabung bersama, sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi polip. Polyp adalah organisme menetap (yang melekat pada bebatuan di dasar laut) yang menghasilkan sejumlah besar ubur-ubur kecil yang dengan cepat tumbuh menjadi ubur-ubur dewasa dan bergerak. Polip adalah hasil reproduksi seksual dan bayi ubur-ubur aseksual.
  8. Umur ubur-ubur berkisar dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung pada spesiesnya.

Suka artikel ini?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *