dalam Doa

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan – Bulan suci Ramadhan adalah tamu kehormatan yang paling dinantikan dan sudah semestinya kita sambut dengan penuh kebahagiaan, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keistimewaan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Semua yang bernyawa pasti akan mati, namun perbedaannya hanyalah soal waktu kapan dan dimana, hanya Allah lah yang tahu, maka berbahagialah bagi orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, kita harus senantiasa memohon kepada Allah untuk dipertemukan kembali dengan bulan tersebut salah satunya dengan do’a menjelang bulan Ramadhan bahasa Arab “Allahumma barriklanaa fii rajaba wa sya’baana waballighnaa ramadhaan” artinya : “Ya Allah berkahilah kami pada bulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

Adapun beberapa keistimewaan pada bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, segala kebaikan akan dilipat gandakan balasan/ pahalanya, hembusan nafas akan bernilai I’badah, semua pintu surga akan dibuka, semua pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, diijabahnya do’a-do’a, diterimanya taubat, barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu, orang yang pergi umrah pada bulan ini sama dengan I’badah haji, terdapatnya malam Lailatul Qadar yaitu malam yang dapat menandingi (lebih baik) dari seribu bulan dan bulan tersebut memiliki tiga fase, pada sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari kedua maghfirah/ ampunan dan pada sepuluh hari terakhir dibebaskan dari api Neraka.

Keistimewaan lainnya adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali berpuasa, puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Puasa itu perisai. Jika salah satu dari kalian berpuasa, janganlah berbicara keji (hubungan badan) dan kotor dan tidak juga membuat kegaduhan. Adapun jika ada orang yang mencaci atau menyerang, hendaklah dia berkata ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’ demi Rabb yang jiwaku (Muhammad) ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi (Misik). Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan : jika berbuka dia sangat bergembira dan jika berjumpa dengan Rabb-Nya, dia juga bergembira dengan puasanya” (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim).

Tulis Komentar

Komentar