dalam Blog

Penaksiran Lingkungan

Proses persaingan sering dimulai dari bagaimana perusahaan memahami lingkungannya. Pengamatan menunjukkan bahwa perusahaan tidak cukup bila menilai dunia persaingan luar sebagai satu-satunya prosedur teknik.

Sebaliknya, organisasi seharusnya dijadikan sebagai sistem belajar yang terbuka, Dengan kata lain, penaksiran lingkungan persaingan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu badan (fungsi) khusus.

Penaksiran juga tidak terjadi lewat tindakan terpisah. Terciptanya strategi cenderung lahir dari cara perusahaan, di semua level, memroses informasi mengenai lingkungannya.

Memimpin Perubahan

Untuk mencapai perubahan kepemimpinan tidak ada aturan yang uni- versal. Sebaliknya, kepemimpinan sangat tergantung pada konteks. Memilih pemimpin jelas dipengaruhi oleh mereka yang memilih dan lingkungan di mana mereka dipilih.

Masalah yang dihadapi calon pemimpin berasal dari lingkungan dari mana pemimpin itu berasal. Wilayah yang dapat digunakan pemimpin baru untuk memutuskan apa yang diubah dan bagaimana mengubahnya dibatasi oleh lingkungan di dalam dan di luar perusahaan.

Tugas kepemimpinan yang penting dalam mengelola perubahan lebih bersifat tambahan dan sering tidak sehebat citra perusahaan yang digembar-gemborkan oleh pers.

Memimpin perubahan meliputi menghubungkan tindakan sejumlah orang di semua level bisnis. Dalarm ha ini yang penting adalah memenuhi persyaratan primer. Tindakan yang terlalu dini dan berani dapat menjadi kontra-produktif.

Karena itu, sebelum mengambil tindakan yang pasti, akan lebih menjanjikan jika menyusun iklim perubahan sambil di saat yang sama menetapkan arah baru.

Menghubungkan Perubaban Strategis dan Operasional

Proses menghubungkan perubahan strategis dan operasional sama-sama memiliki tujuan dan sifat yang sementara. Tujuan dilaksanakan dan diubah secara bertahap.

Akibat yang timbul dari pelaksanaan yang dilakukan terpisah bisa sangat kuat, mungkin menciptakan konteks yang sama sekali baru untuk pilihan strategis di masa mendatang.

Label ‘strategi’ kerap diberikan untuk rangkaian tindakan operasional yang berhasil setelah suatu peristiwa terjadi.

Sumber Daya Manusia Sebagat Aktiva dan Kewajiban

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) berhubungan dengan pengetahuan, keahlian dan sikap yang mutlak dibutuhkan perusahaan untuk dapat bersaing Perbedaan kemampuan dari sejumlah perusahaan yang diteliti dalam mengenali dan melaksanakan MSDM mudah dilihat. Perbedaan itu mempengaruhi prestasi persaingan relatif mereka.

Walau demikian, perbedaan bukanlah hal yang tidak lazim bila mengingat waktu yang diperlukan untuk menghasilkan kemampuan tersebut.

Pendekatan MSDM tidak mungkin disusun dengan cepat. Diperlukan proses belajar yang lebih lama dan menuntut tahap-tahap perkembangan.

Koherensi dalam Manajemen Perubahan

Ini adalah faktor paling kompleks dalam pengelolaan perubahan untuk tujuan keberhasilan persaingan. Syarat ini muncul karena tuntutan empat faktor yang lain.

Seperti di semua faktor utama lain, kebutuhan yang penting adalah memenuhi persyaratan primer, baru kemudian meny sejumlah mekanisme pelengkapnya. Untuk faktor ini khususnya, persyaratan tambahan perlu dipertimbangkan dengan lebih teliti.

Persyaratan primer berhubungan dengan pembentukan strateg (tidak Strategi yang ditentukan seharusnya bercirikan: konsekuen menyajikan tujuan yang tidak konsekuen), kesesuaian (dengan menjawab sesuai lingkungannya), keuntungan (mempertahankan daya saing); dan kemungkinan untuk dikerjakan (strategi seharusnya tidak menciptakan masalah yang tidak terpecahkan) Untuk memperkuat persyaratan ini diperlukan sejumlah aksi manajemen pelengkap harus ada keterkaitan (koherensi) tujuan di antara manajemen senior, meskipun mungkin tekanan tiap-tiap orang itu berbeda-beda.

Kegiatan MSDM harus menghasilkan basis pengetahuan yang melengkapi persyaratan strategis Begitu juga, harus ada koherensi antara organisasi dengan konsumen, pemasok, distributor, dan rekanan kerja.

Baca juga : jasa seo semarang

Ruang lingkup kegiatan yang ditunjukkan oleh empat sektor terdahulu memberikan kemampuan untuk mengelola serangkaian perubahan yang saling berhubungan dan mendesak Bab-bab mendatang akan menunjukkan bagaimana kekuatan dua persyaratan tambahan di setiap faktor terletak pada pengaruh yang terus menerus.

Kekuatan dari persyaratan dan mekanisme sekunder tidak hanya berasal dari sifatnya sebagai pelengkap tapi juga karena kemampuannya membentuk hubungan, dengan usaha terus menerus dan pelaksanaan yang kerap diulang-ulang.

Itulah sebabnya mengapa manajemen perubahan strategis dan operasional untuk keberhasilan persaingan merupakan proses yang tidak pasti dan berubah-ubah.

Mengelola proses demikian menuntut perusahaan untuk mampu menyesuaikan diri di kelima faktor.

Apakah perusahaan mampu menciptakan dan memelihara aktiva tak berwujud” yang dimilikinya: sulit, namun penting, bagi orang luar untuk melihat kemampuan perusahaan mengelola perubahan strategis dan persaingan.

Tulis Komentar

Komentar