dalam Berkebun, Biologi

Pengembangan tenaga listrik dari larutan belimbing wuluh ini, berawal dari rasa prihatin akan tarif dasar listrik yang terus menaik. Apalagi, masih banyak warga Indonesia di daerah pedalaman yang belum tersentuh listrik.

Untuk menciptakan energi listrik tersebut, awalnya belimbing yang biasa digunakan sebagai sayuran ini dihaluskan untuk diambil airnya. Selanjutnya, dengan menggunakan media tanah yang ditaruh dalam gelas bekas air mineral ini, air belimbing ini disuntikkan dengan secukupnya.

Selanjutnya, masing-masing gelas berisi tanah bercampur sari air belimbing ini dihubungkan dengan rangkaian kawat lempengan tembaga dan seng, guna mengalirkan arus listrik.

Hasilnya, energi listrik pun tercipta dengan tegangan yang lumayan, yakni hingg mencapai 5 volt, cukup untuk menghidupkan lampu penerangan. Tegangan yang dihasilkan ini juga lebih besar dari tegangan satu buah baterai.

Energi listrik ini tercipta karena belimbing wuluh yang memiliki tingkat keasaman tinggi hingga dapat menghantarkan ion dan elektron yang ada pada lempengan tembaga dan seng. Sehingga terciptalah arus listrik. Rata-rata, 10 butir belimbing wuluh ini mampu menciptakan tegangan listrik hingga mencapai 2,5 volt atau setara dengan satu buah baterai kering. Energi listrik dari belimbing sayur ini dapat bertahan lama hingga mencapai 1 bulan.

Tulis Komentar

Komentar