dalam Psikologi

Multiple Intelligence atau kecerdasan majemuk adalah sebuah tolak ukur alternatif bagi anak. Jika selama ini kepintaran anak hanya diukur melalui prestasinya disekolah, dengan konsep ini kita dapat menemukan perspektif baru. Bahwa ternyata sekolah bukan satu-satunya tempat dimana anak dapat bersinar. Konsep kecerdasan majemuk ini seharusnya membuka cakrawala pikiran para orang tua dalam mengembangkan bakat dan minat anaknya. Sebagai orang tua kita harus membimbingnya agar anak juga memiliki kepercayaan diri bahwa dia berpotensi untuk menjadi yang terbaik dalam suatu bidang yang memang dia minati.

Memang dengan segala keterbatasan sistem pendidikan yang kita miliki kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada sekolah. Di satu sisi kita semua membutuhkan sekolah, tapi apakah sekolah sudah dapat menunjang minat dan bakat anak? Karena itulah peran orang tua sangat diperlukan. Mungkin anak kita tidak cukup pintar dalam mengerjakan pelajaran sejarah, tapi dia cukup cerdas dalam menyelesaikan persamaan matematika. Yang penting bagi kita adalah jangan terus-menerus mengingatkan kekurannya, tapi sebaliknya, kita justru memuji kepintarannya.

Dengan tumbuhnya rasa percaya diri sang anak diharapkan hal itu dapat menular kepada kecerdasan lain yang dirasanya kurang mahir. Rasa percaya diri adalah hal yang penting bagi anak, merasa dihargai dan diberi pengakuan, adalah hal lain juga yang utama. Dan hal itu tidak bisa serta merta tumbuh begitu saja tanpa adanya bimbingan orang tua. Dengan begitu multiple intelligence, apapun bentuknya bagi anak seharusnya kita kembangkan sesuai dengan kemampuan sang anak dan bukan memaksakan hanya sesuai dengan kurikulum saja.

Tulis Komentar

Komentar