dalam Sejarah

Pahlawan yang Wafat di Tanah Suci – Sutomo lahir di kota surabaya pada tanggal 3 oktober 1920 dan sutomo wafat pada 7 oktober tahun 1981 dengan gelar senagai pahlawan nasional beliau wafat di mekkah pada saat beliau menjalankan ibadah haji bahkan jenazah sutomo yang langsung di bawa ke surabaya untuk di makamkan di TPU ngagel surabaya beliau yang sering di kenal sebagai bung tomo beliau salah satu anak dari kartawan tjiptowidjojo, beliau adalah seorang lelaki yang aktif pada organisasi dari mulai beliau remaja dahkan bung tomo tercatat menjadi salah satu pandu kelas 1 di indnesia pada waktu itu saat bergabung dengan kepanduan bangsa indonesia atau KBI bung tomo yang masa mudanya memiliki minat sebagai jurnalis bahkan tercatat sebagai wartawan redaktur mingguan pembela rakyat juga beliau menjadi penulis pojok harian yang memakai bahasa jawapada tahun 1939.

Pada masa ia masih bekerja sebagai pembaca berita di kantor berita tentara jepang dan ia juga menjadi pembaca berita saat proklamasi kemerdekaan 17 agustus tahun 1945 dengan menggunakan bahasa jawa yang saat itu ia di temani oleh romo bintarti sebagai seniornya yang bertujuan menghindari sensor dari jepang dengan berjalannya waktu ia pun berubah menjadi pemimpin redaksi kantor berita antara di surabaya tidak samapi di sana bung tomo pun beralih menjadi orator ulung di depan corong radio pada saat meletus pertempuran surabaya 10 november 1945, dari sanalah bung tomo mulai semangat berjuang melawan tentara inggris juga belanda yang menjadikan sejarah untuk catatan perlawanan rakyat indonesia di surabaya yang berasal dari beberapa suku dan tidak ada sama sekali rasa takut untuk menghadapi inggris.

Dengan seiringnya waktu bung tomo mulai tidak aktif pada politik sekitar tahun 1950 tetapi awal tahun 70an ia mempunyai pendapat pada pemerintahan orde baru yang akhirnya bung tomo di tahan selama satu tahun pada tanggal 11 april 1978 karena kritikan yang pedas dan gung tomo pun mengatakan selama banteng indonesia masih mempunyai darah merah yang bisa membikin secarik kain putih yang menjadi merah dan putih maka selama itu lah kita tidak akan mau menyerah pada siapapun juga.

Tulis Komentar

Komentar