dalam Bisnis, Sosial

Perbankan Kurang Percayai Pengusaha Wanita

Peluang perempuan pengusaha untuk mengembangkan bisnis secara maksimal terkendala kepercayaan pihak perbankan yang masih rendah serta kurangnya kepercayaan untuk menyalurkan permodalan, kata Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi.

Budaya patriakal di kalangan masyarakat ikut menjadi penyumbang ketidakpercayaan lembaga keuangan terhadap perempuan yang ingin mendapatkan pinjaman modal, katanya dalam bincang-bincang dengan wartawan di Jakarta.

‘Budaya bahwa lelaki harus memiliki bagian lebih besar dari perempuan masih banyak terjadi. Misalnya berdasarkan adat, seorang lelaki dalam warisan mendapat lebih besar dari perempuan sehingga perempuan jarang yang memiliki modal besar,’ kata Nita.

Hal itu diperparah dengan lembaga keuangan yang menuntut adanya jaminan sejumlah barang atau uang tertentu untuk mendapatkan pinjaman modal.

‘Bagaimana perempuan usahanya mau maju kalau belum apa-apa sudah minta jaminan. Karena sebenarnya yang punya modal itu laki-laki,’ katanya.

Nita Yudi juga mengeluhkan adanya iming-iming dari lembaga keuangan yang menyebutkan pinjaman modal kurang dari Rp5 juta tidak menggunakan agunan. Padahal kenyataannya tidak ada yang benar-benar melaksanakan pinjaman tanpa modal.

Baca juga:
Hal Buruk yang Terjadi Jika Kamu Ansos (Anti Sosial)

Hal itu banyak dirasakan perempuan pengusaha yang tergabung dalam IWAPI yang hampir 80 persen anggotanya bergerak di bidang Usaha Kecil Menengah. Menurut Nita mestinya perbankan lebih fleksibel terhadap perempuan pengusaha.(Fat/At/Ny)

Tulis Komentar

Komentar