dalam Blog

Ucapan Seseorang Adalah Kewajibannya

Ambillah uang dua puluh lima sen dollar dan akan kita lihat bahwa pada satu sisinya, kita akan melihat burung elang Amerika dengan sayap yang terkembang.

Pada sisi yang lain ada seorang laki- laki yang terkenal untuk semua orang Amerika, mengenakan wig dengan poni-nya.

Dia adalah George Washington yang secara luas di- kenal sebagai Bapak dari negaranya.

Didekat gambarnya itu, ada suatu pernyataan yang amat berarti,yaitu: “Kita percaya pada Tuhan”.

Sementara tidak semua rajin pergi ke gereja, kebanyakan orang Amerika memancarkan warisan Kristen-nya. Sungguh, mereka tidak bisa lari dari hal tersebut.

Yang begitu penting adalah bahwa fakta ini sejujurnya dapat dikatakan mempengaruhi semua aspek kehidupan bisnis di Amerika Serikat.

Mayoritas orang Amerika tidak hanya percaya pada Tuhan; mereka juga cenderung untuk percaya satu sama lain.

Dalam suatu pengumpulan pendapat yang diselenggarakan be- berapa tahun lalu menanyakan, apakah “kebanyakan orang dapat di orang Amerika jauh lebih dapat dipercaya daripada 9 ne- percaya gara peserta pengumpulan pendapat itu.

Di Itali, hanya 7 persen yang mengatakan ya; sementara di Jerman 19 persen menyatakan setuju.

Tetapi di Amerika Serikat, secara mengejutkan ada 55 persen yang menyatakan percaya pada teman-teman.

Tanggapan yang positif ini datang dari semua tingkat pendidikan, dari Sekolah Dasar sampai Per- guruan Tinggi.

Semenjak pendirian negaranya, orang Amerika secara khusus mau menerima ucapan seseorang sebagai kewajibannya.

Meskipun Jepang tidak termasuk dalam survai itu, kaum bisnis Jepang sangat dikenal dengan kepercayaan yang kuat terhadap se- sama rekan bisnis.

Sementara datang dari sumber budaya yang ber- beda, ada satu sifat pribadi di mana terdapat kesamaan umum antara para eksekutif Jepang dengan eksekutif Amerika.

Bahkan sekarang ini, dengan banyaknya nilai-nilai yang mengalami perubahan, suatu derajat tinggi pada kepercayaan dan kesetiaan antar pribadi adalah merupakan sifat dari para manajer kedua negara yang dapat diyakini oleh kaum bisnis.

Hal ini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa dalam semua jalan kehidupannya, semua orang Amerika adalah lurus dan jujur.

Para sindikat kejahatan berskala besar ada di mana-mana, mulai dari penggelapan uang sampai obat terlarang dan pelacuran, sayang sekali, hampir selalu merupakan bagian dari pemandangan Amerika.

Baca juga : jasa seo jogja

Dan pada bagian akhir yang lain dari skala itu, pencopet dan perampok telah membuat tempat-tempat seperti Central Park (Taman Pusat Kota) di New York disebut orang sebagai “tanah tidak bertuan” Sekalipun demikian, pada basis hubungan orang per orang, para manajer perusahaan A.S.

benar-benar meyakini pada kesetiaan dan kepercayaan sebagai dasar yang terbaik untuk bekerja dengan orang lain.

Mungkin, satu sumber dari keyakinan mereka pada rekan kerja- nya adalah prinsip keadilan Amerika yang menyatakan bahwa seseorang itu tidak bersalah sebelum dia terbukti bersalah oleh peng- adilan.

Dipindahkan ke manajemen; ini berarti bahwa nasabah, klien atau rekan bisnis harus dipercaya sampai dia membuktikan dirinya tdak berharga untuk menerima kepercayaan tersebut.

Keyakinan yang kuat dalam kesetiaan dan kepercayaan seperti itu, kadangkala menimbulkan kesukaran bagi kaum bisnis Amerika ketika mereka bekerja dengan mitra bisnis dari negara yang mengguna- kan serangkaian aturan yang berbeda.

Seorang eksekutif tingkat tinggi dari perusahaan besar Amerika di bidang permesinan mengatakan pada saya cerita berikut ini yang menggambarkan dengan baik suatu dilema etika yang seringkali muncul dipermukaan.

Dia telah mengirim salah satu insinyur sipil yang muda untuk membantu pembangunan proyek penyulingan minyak di Bolivia.

Sebagai bagian dari tugasnya,insinyur asing itu harus bekerja sama dengan insinyur lokal bagi pembelian bahan-bahan bangunan yang berharga dalam jumlah besar.

Secepatnya dia menemukan bahwa in sinyur lokal yang hubungan kerjanya sangat erat ternyata sedang membiayai pembangunan rumahnya sendiri dengan bahan material dari proyek tersebut.

Insinyur muda Amerika yang begitu percaya dengan orang tersebut, merasa amat terpukul karena menemukan dia mengalirkan sumber-sumber bisnis perusahaan ke arah keuntungan pribadi.

Dengan keyakinan bahwa kejujuran adalah kebijaksanaan yang terbaik, orang Amerika itu memutuskan untuk menghadapi insinyur Bolivia itu dan mendiskusikan seluruh persoalan dalam suasana yang tulus dan terbuka.

Tidakkah orang asli Amerika mengetahui bahwa tendangan dari garis pertahanan dan “payola” (semacam memaafkan tapi dengan kesal), sementara tak dibenarkan untuk dipublikasikan adalah dianggap persetujuan sebagian dari proyek bisnis? Dengan menirukan kata-kata insinyur lokal itu, dia mengatakan: “Ini adalah sebagian saja dari cara yang kita pikirkan.

Saya tidak bisa mem bayangkan, seseorang tidak mengambil sesuatu untuk dirinya jika punya sebagian kesempatan.

Saya tidak menyelamatkan seseorang atau uang siapapun bila saya tidak ambil kesempatan itu.

Jika saya tidak melakukannya, orang-orang di bawah saya akan mengambil kesem patan saya itu.

Saya tidak tahu mana yang benar atau salah, tapi ya begitulah adanya” Beberapa bulan kemudian, dengan kata kata tersebut tetap men dengung di telinganya, insinyur muda Amerika itu kembali lagi ke kantor di negaranya.

Dia tidak memberantas ataupun mencoba me- ngubah sistem nilai pada perusahaan mitra asing itu.

Sekalipun begitu, dasar kepercayaan yang diberikannya pada rekan sekerja telah diguncang secara buruk.

Atasannya, seorang eksekutif yang meng- hubungkan saya dengan cerita tersebut, secara bijaksana meyakinkan dia kembali bahwa dia telah mengambil tindakan yang terbaik dalam situasi yang sulit.

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan sis- tem nilai yang berbeda secara total, kata atasannya, adalah apa penye- bab timbulnya pemikiran rasional kaum bisnis dari suatu misi asing yang sangat antusias.

Saya tidak tahu,apakah hal ini dapat memuas- kan insinyur muda itu, tetapi pasti ada sedikit pengaruhnya bagi per- baikan rasa percaya diri atas keputusannya sendiri.

Di dalam negaranya sendiri, kaum bisnis A.S. jarang menghadapi dilema etika semacam itu.

Dalam sebagian besar tranksaksi bisnis yang sangat luas, cara kerja berdasarkan basis kepercayaan bersama adalah dibenarkan sepenuhnya.

William Ouchi,dalam bukunya yang amat laris, Teori Z, menggambarkan satu kasus yang terjadi di kantor sebuah perusahaan besar A.S.

yang memproduksi komputer dan per alatan-peralatannya.

Saya mempertimbangkan iklim kepercayaan di perusahaan ini agak khusus dari apa yang dapat diatasi di perusahaan besar yang dikelola dengan sangat baik.

Seorang spesialis urusan personalia di minta oleh Wakil Direktur untuk mengembangkan prosedur baru yang akan dapat digunakan di seluruh perusahaan.

Kesuksesannya pada proyek ini akan membuatnya dinilai baik dan mendapatkan pengakuan luas untuknya.

Setelah proyek itu berjalan satu minggu, spesialis ini menemukan bahwa prosedur yang sama seperti yang ia susun, telah berkembang secara penuh dan diuji di beberapa cabang perusahaan, tetapi belum dipublikasikan secara luas.

Apakah ia perlu mengaku menemukan proyek itu untuk keuntungannya sendiri, ataukah ia menemui Wakil Direktur dengan mengatakan bahwa masalah telah diselesaikan oleh orang lain? Akhirnya, dia memutuskan untuk memberitahukan pada Wakil Di- rektur cerita yang sebenarnya.

Ouchi meringkas cerita itu dengan me- ngatakan: “Dia tahu bahwa dia mempercayai Wakil Direktur akan menghargai kejujurannya dengan menemukan tantangan pekerjaan yang sama dan yang lebih penting, dia tahu bahwa dia dapat mempercayai rekan sesama pegawai agar sama sama terbuka dan jujur padanya di kemudian hari” Pesan dari diskusi ini untuk eksekutif asing yang bekerja dengan orang Amerika adalah ini, : Sembilan dari sepuluh manajer A.S.

akan mempercayai anda dan sebaliknya, mereka mengharapkan anda juga mempercayai mereka.

Orang – Eropa, orang Asia dan yang lainnya akan menjumpai dua jalur harapan kepercayaan ini di hampir semua kegiatan mereka yang berkaitan dengan orang Amerika.

Di bawah ini, hanya ada tiga contoh saja:

Negosiasi kontrak.

Adalah benar, sebagaimana kita akan lihat pada Bab berikutnya, bahwa para manajer Amerika akan sangat mem- perhatikan soal-soal hukum, berhati-hati dan sibuk, ketika tiba pada kontrak tertulis yang final.

Tetapi sebelum kontrak ditandatangani, orang asing akan dapat santai dalam keyakinan penuh bahwa semua bagian yang terinci telah disetujui dalam diskusi yang hasilnya di- hormati seratus persen.

Ketika seorang pengusaha Amerika mengangkat tangannya,memandang mata anda dan berkata: “Itulah kerja kita”, semua pihak dapat tidur nyenyak malam itu.

Perjanjian lisan akan masuk bundel seperti halnya dengan kontrak yang resmi.

Menghormati komitmen.

Dalam diskusi yang kurang formal dan tanpa terlibatnya kontrak, derajat yang sama tingginya terhadap kepercayaan, tetap berada di atas.

Jika eksekutif A.S. berjanji akan mengantarkan dua puluh lusin jenis barang pada jam sembilan hari Senin pagi, dia pasti akan berada di sana.

Atau dia harus berkata: “Kami akan mempelajari persoalan itu dan akan saya beritahu anda dalam dua minggu”, maka jawaban yang jelas dan definitif akan diberikan tepat dengan waktu yang dijanjikan.

Pertemuan dengan kewajiban finansial.

Perjanjian-perjanjian bisnis dalam berbagai macam, sering meminta pembayaran dalam jangka waktu tertentu.

Apakah kewajiban itu melibatkan pembayaran lebih dari setahun atau sepuluh tahun, eksekutif Amerika yang khas akan membuat pembayaran penuh pada waktunya.

Lagi-lagi, dia akan mengharapkan pihak lain juga melakukan hal yang sama atau tidak kurang dari itu.

Dalam kebanyakan kasus, ketika anda menggantungkan mantel anda, melepaskan sandal anda dan mengadakan negosiasi yang serius dengan kaum bisnis Amerika, anda dapat memperhitungkan dia sebagai seorang yang adil dan berterus terang.

Meskipun beberapa tingkahnya yang sinis, akan terlihat ia berlaku naif dan kekanak- kanakan, namun dalam hal ini kebanyakan eksekutif asing menemui bahwa kepercayaan alamiah dari para manajer Amerika, memberikan sumbangan pada keyakinan mereka sendiri dan rasa senang bekerja dengan mereka.

Tulis Komentar

Komentar